Jakarta, Harianpantura.com – Pemerintah melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bahwa Sekolah Rakyat akan resmi memulai pembelajaran pada 14 Juli 2025 di 100 titik lokasi di seluruh Indonesia. Program ini menjadi angin segar bagi ribuan anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kami menargetkan pembukaan Sekolah Rakyat pada pertengahan Juli. Saat ini proses rekrutmen guru dan tenaga pendidik hampir rampung. Insya Allah, pada tanggal 23–24 Juni, semua guru sudah siap bertugas,” ungkap Gus Ipul dalam konferensi pers di Gedung Kemensos, Rabu (11/6/2025).
Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar biasa. Program ini menghadirkan pendidikan berasrama lengkap dengan fasilitas makan, seragam, dan alat belajar modern seperti iPad. Semua layanan ini diberikan secara gratis, khusus bagi anak-anak yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan demikian, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan cerah tanpa terbebani biaya pendidikan.
Hingga saat ini, Kemensos telah menyiapkan 1.554 guru dan 53 kepala sekolah yang akan mengelola 100 titik Sekolah Rakyat, menampung sekitar 10.000 siswa.
“Jumlah tenaga pendidik ini masih bisa bertambah sesuai kebutuhan di lapangan,” jelas Gus Ipul.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menambahkan, selain tenaga pendidik, seluruh aspek operasional seperti kurikulum, sarana prasarana, dan kebutuhan siswa tengah difinalisasi oleh Satgas Sekolah Rakyat.
“Kami berkomitmen memastikan semua berjalan lancar agar pembukaan Sekolah Rakyat pada 14 Juli nanti benar-benar memberikan manfaat besar bagi anak-anak kurang mampu,” tuturnya. (Red)






















































