Rembang, Harianpantura.com – Sejumlah warga Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, mengeluhkan tindakan pemerintah desa yang diduga mencaplok lahan milik warga tanpa izin untuk keperluan pembangunan jalan baru. Proyek infrastruktur yang sejatinya membawa manfaat, justru menimbulkan keresahan karena prosesnya dinilai menyalahi etika dan prosedur.
Pembangunan jalan tersebut disebut-sebut melintasi tanah milik warga tanpa adanya pemberitahuan atau persetujuan dari pemilik lahan. Ironisnya, pemerintah desa yang seharusnya menjadi pelindung hak-hak warga, justru dituding menjadi motor penggerak dalam tindakan semena-mena tersebut.
Lilik, salah satu pemilik lahan, mengaku kaget saat mendapat kabar dari anaknya bahwa tanah miliknya sudah diberi patok bambu tanpa sepengetahuannya.
“Saya sampai pulang dari Jakarta karena ditelepon anak saya. Katanya, tanah saya dipatok pakai bambu. Anak saya bilang pernah didatangi perangkat desa untuk minta izin, tapi masalahnya yang punya tanah itu saya, bukan anak saya,” ujar Lilik pada Jum’at (30/5/2025)
Hal serupa juga diungkapkan oleh Sholikhul, warga lain yang kini merantau di Medan.
“Saya ini pemilik lahannya, tapi tidak pernah ada yang menghubungi saya dari pihak desa. Saya tahu ada rencana pembangunan jalan itu pun dari orang yang biasa menggarap tanah saya. Eh, sekarang malah sudah dipasangi patok bambu. Lucu saja,” ungkapnya pada harian pantura via telpon.
Warga menyebut praktik semacam ini kerap luput dari sorotan media karena sebagian besar masyarakat desa merasa takut bersuara. Ketakutan itu muncul akibat anggapan bahwa berurusan dengan hukum itu rumit, serta kekhawatiran akan dipersulit dalam pengurusan administrasi atau kehilangan akses bantuan pemerintah.
Tiga faktor utama yang membuat warga enggan melawan adalah: ketakutan terhadap jalur hukum, kekhawatiran akan pembalasan dari pemerintah desa, serta tekanan sosial dari masyarakat sekitar yang cenderung memihak pada otoritas desa.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait keluhan warga ini. (Bas)






















































