Semarang, Harianpantura.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng) memberikan apresiasi atas pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang yang kini resmi berstatus bandara internasional. Menurut DPRD Jateng, langkah ini sangat strategis untuk memperkuat konektivitas global dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Tengah.
“Kami melihat perubahan Bandara Ahmad Yani menjadi bandara internasional sebagai peluang besar untuk meningkatkan sektor pariwisata dan investasi di Jawa Tengah,” ujar Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, Sabtu (10/5/2025).
“Dengan akses langsung penerbangan internasional, wisatawan mancanegara dapat lebih mudah datang ke Semarang dan sekitarnya, sehingga berdampak positif pada usaha lokal dan ekonomi kreatif,” imbuhnya.
Mohammad Saleh juga menilai bahwa status internasional bandara ini akan memperlancar ekspor produk lokal dan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta industri di sekitar Semarang. Selain itu, efisiensi perjalanan bisnis dan wisatawan meningkat karena tidak perlu lagi transit di kota lain.
“Kami berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terkait dapat memaksimalkan potensi ini dengan sinergi pengembangan pariwisata, infrastruktur pendukung, dan pelatihan SDM agar manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Pihaknya menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan Bandara Ahmad Yani yang juga mengusung konsep eco-airport ramah lingkungan, sebagai langkah maju yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan.
Dengan berbagai manfaat tersebut, pihaknya yakin Bandara Ahmad Yani akan menjadi katalisator penting dalam memperkuat posisi Jawa Tengah di kancah nasional maupun internasional.
Status Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani kembali menjadi bandara Internasional, berdasarkan keputusan Kemenhub No 26/2025.
Berdasarkan keterangan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sudah ada tiga maskapai, yakni AirAsia, Scoot, dan Malindo, telah menyatakan kesiapannya membuka rute internasional dari bandara tersebut.
“Sudah koordinasi dengan maskapai AirAsia, Scoot, dan Malindo. Banyak yang sudah komunikasi dengan kami,” kata Ahmad Luthfi, belum lama ini.
Pihaknya pun meminta PT Angkasa Pura untuk intensif menjalin komunikasi dengan maskapai internasional lainnya, serta mempercepat proses sosialisasi status baru bandara dalam tenggat waktu sekitar 28 hari. (Adv)





















































