Pati, Harianpantura.com – Warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mulai membersihkan rumah mereka dari sisa genangan air dan lumpur akibat banjir. Namun, warga masih khawatir banjir datang lagi.
Diketahui, banjir mulai menggenangi warga Doropayung sejak Rabu (29/1/2025). Banjir kini mulai surut.
Salah satu warga, Lia, mengungkapkan, air sempat mencapai lutut di dalam rumahnya. “Sekarang sudah mulai surut. Saat banjir tinggi kemarin, saya segera menyelamatkan perabotan, terutama peralatan elektronik, agar tidak rusak,” ujarnya, Selasa (4/1/2025).
Meski demikian, Lia masih merasa khawatir jika banjir kembali datang. Karena dalam beberapa hari terakhir air kerap pasang surut. Hal ini menyulitkan warga dalam membersihkan rumah mereka.
“Banjirnya naik-turun, jadi capek bersih-bersih,” tambahnya.
Banjir yang melanda Desa Doropayung disebabkan oleh luapan Sungai Silugonggo atau Sungai Juwana. Jika curah hujan kembali tinggi, dikhawatirkan air sungai akan meluap lagi dan membanjiri permukiman.
Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, warga masih membutuhkan bantuan. Terutama bahan makanan dan obat-obatan. “Banyak warga yang kesulitan bekerja karena banjir ini. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah, terutama makanan, sembako, dan obat-obatan,” kata Lia.
Meskipun situasi mulai membaik, genangan air masih terlihat di beberapa jalan dan pekarangan. Warga pun berusaha kembali menjalani kehidupan normal sambil menghadapi tantangan pasca-banjir.
Sementara itu, Soleh menjelaskan, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Juwana setelah hujan deras mengguyur selama hampir satu minggu. “Air berasal dari hulu, yakni daerah Kudus dan Gabus, yang mengalir ke Juwana. Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir semakin memperparah kondisi,” jelasnya.
Warga terdampak lainnya, Tati Rio juga berbagi pengalaman saat banjir mulai masuk ke rumahnya. Setelah surut, barang-barangnya kini mulai ditata kembali.
“Saya langsung menyelamatkan barang-barang berharga. Sekarang air sudah mulai surut,” ujarnya.
Dengan situasi yang berangsur membaik, warga berharap dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan seperti biasa. (Red)





















































