BeritaEkonomi

BBM Naik, Pemkab Batang Pastikan Harga Sembako Masih Stabil

Avatar photo
×

BBM Naik, Pemkab Batang Pastikan Harga Sembako Masih Stabil

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santosa. (Istimewa)

Batang, Harianpantura.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi belum memicu gejolak harga bahan pokok di Kabupaten Batang. Pemerintah daerah memastikan sebagian besar komoditas pangan utama masih berada pada level stabil dengan ketersediaan stok yang mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santosa, mengatakan pemantauan harga dilakukan setiap hari di pasar tradisional untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga pasca penyesuaian BBM.

Menurut dia, pengawasan tidak hanya difokuskan pada sembilan komoditas sembako, tetapi mencakup 20 bahan pokok penting yang menjadi indikator pergerakan harga di tingkat pasar.

“Dalam hasil laporan ada sekitar 20 komoditas yang dipantau setiap hari. Kalau sembako itu hanya sebagian yaitu sekitar sembilan komoditas sehingga cakupannya lebih luas,” kata Wahyu.

Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah kebutuhan pokok utama masih bertahan stabil. Beras premium tercatat Rp14.500 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, gula pasir lokal Rp17.500 per kilogram, daging sapi murni Rp140 ribu per kilogram, daging ayam ras Rp38 ribu per kilogram, dan telur ayam ras Rp29 ribu per kilogram.

Meski demikian, beberapa komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan. Harga kedelai impor naik dari Rp13.500 menjadi Rp14 ribu per kilogram. Kenaikan lebih signifikan terjadi pada ayam kampung yang melonjak dari Rp65 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura justru mengalami koreksi harga. Cabai rawit hijau turun dari Rp34 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Cabai merah teropong juga turun dari Rp35 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah keriting turun tipis dari Rp36 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Wahyu menjelaskan penurunan harga cabai dipicu meningkatnya produksi dan pasokan yang masuk ke pasar sehingga ketersediaan barang lebih melimpah.

“Kalau stok barang melimpah dan produksi meningkat maka biasanya harga akan ikut turun. Ini yang terjadi pada beberapa jenis cabai,” ujarnya.

Pemkab Batang masih terus mengawasi perkembangan harga untuk memastikan kenaikan BBM nonsubsidi tidak berdampak luas terhadap daya beli masyarakat. Namun hingga kini, dampaknya dinilai belum terlihat signifikan karena kebijakan tersebut masih relatif baru diterapkan.

“Namun demikian, hingga saat ini pengaruhnya dinilai belum terlalu signifikan karena kebijakan tersebut baru berjalan dalam waktu singkat,” kata Wahyu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *