BeritaDemak

Tanggul Jebol di Enam Titik, Pemkab Demak Percepat Perbaikan Sungai Tuntang

Avatar photo
×

Tanggul Jebol di Enam Titik, Pemkab Demak Percepat Perbaikan Sungai Tuntang

Sebarkan artikel ini
Kondisi jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang menyebabkan banjir bandang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak. (Istimewa)

Demak, Harianpantura.com – Pemerintah Kabupaten Demak, menargetkan perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol dapat rampung dalam waktu sekitar satu pekan ke depan. Percepatan pengerjaan dilakukan untuk mengantisipasi potensi curah hujan tinggi yang berisiko memperparah kondisi di wilayah terdampak banjir.

Bupati Demak Eisti’anah mengatakan saat ini proses penanganan di lapangan terus berlangsung dengan dukungan alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta pemerintah daerah.

“Harapannya memang bisa cepat selesai, setidaknya sepekan ke depan. Apalagi, saat ini di lapangan sudah ada alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, termasuk dari Pemkab Demak juga ikut menerjunkan satu unit ekskavator,” kata Eisti’anah, Kamis (9/4/2026).

Ia mengungkapkan, sebelumnya sempat terjadi luapan air kembali yang membuat warga panik. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena tanggul yang terdampak berhasil ditutup kembali sehingga situasi dapat segera terkendali.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Demak Ahmad Sugiharto menjelaskan bahwa satu unit ekskavator juga difungsikan untuk membersihkan area di sekitar titik tanggul yang jebol. Endapan lumpur yang cukup tebal di lokasi terdampak menjadi kendala dalam proses pemulihan sehingga membutuhkan alat berat agar penanganan dapat berjalan lebih cepat.

Perbaikan tanggul Sungai Tuntang sendiri telah dilakukan sejak Minggu (5/4) oleh BBWS Pemali Juana di enam titik yang berada di dua desa, yakni Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, penanganan darurat di Desa Trimulyo melibatkan empat unit ekskavator PC 200 yang ditempatkan di Dusun Solowere dan Dusun Solondoko. Di Dusun Solowere, perbaikan tanggul dilakukan menggunakan 300 jumbo bag, 400 sesek, serta masing-masing 50 batang pancang bambu dan glugu dengan target pengerjaan sekitar 10 hari.

Adapun di Dusun Solondoko serta Desa Sidoharjo, penanganan dilakukan menggunakan 600 jumbo bag, 600 sesek, serta 90 batang pancang bambu dan glugu. Proses perbaikan di dua lokasi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 14 hari.

Di Desa Sidoharjo, penataan lokasi juga dilakukan dengan bantuan dua unit dozer D65 dan satu unit ekskavator untuk mengisi material tanah setempat ke dalam jumbo bag serta memperkuat tanggul.

Diketahui, tanggul Sungai Tuntang jebol di enam titik pada Jumat (3/4) pagi. Tiga titik berada di Desa Trimulyo dengan panjang sekitar 30 meter dan 10 meter, sedangkan tiga titik lainnya berada di Desa Sidoharjo dengan panjang sekitar 15 meter.

Akibat peristiwa tersebut, banjir merendam 2.116 rumah dan berdampak pada 7.606 jiwa. Sebanyak 2.839 warga dari sembilan desa di empat kecamatan sempat mengungsi. Saat ini seluruh pengungsi dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing.

Sembilan desa yang terdampak banjir meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo di Kecamatan Guntur; Desa Ploso di Kecamatan Karangtengah; Desa Lempuyang di Kecamatan Wonosalam; serta Desa Sarimulyo dan Solorire di Kecamatan Kebonagung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *