Batang, Harianpantura.com – Pemerintah Kabupaten Batang, memprioritaskan penanganan banjir rob di wilayah pesisir barat sebagai bagian dari upaya melindungi kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Bupati Batang, Faiz Kurniawan, mengatakan pemerintah daerah telah menjalin komitmen dengan Deputi II Badan Otorita Pengelola Pantura untuk segera memulai tahapan awal penanganan rob. Dalam waktu tiga bulan ke depan, akan dilakukan survei serta kajian teknis di lapangan.
“Ya, dalam waktu dekat akan dimulai survei dan kajian teknis sebagai langkah awal penanganan rob di wilayah pesisir,” kata Faiz di Batang, Rabu.
Ia menjelaskan, pembangunan tanggul laut direncanakan mulai direalisasikan pada tahun depan. Dalam prosesnya, pemerintah daerah akan memanfaatkan berbagai material lokal, seperti sedimen pasir sungai yang akan diolah menjadi batako melalui kerja sama dengan perusahaan daerah.
Selain itu, material lain yang akan dimanfaatkan adalah limbah padat dari sisa pembakaran batu bara di PLTU untuk mendukung konstruksi tanggul.
Menurut Faiz, terdapat dua alternatif lokasi pembangunan tanggul laut yang saat ini masih dikaji. Opsi pertama berada di sepanjang bibir pantai, sedangkan opsi kedua berada sekitar satu kilometer dari garis pantai.
“Adapun wilayah yang menjadi prioritas penanganan meliputi lima desa yaitu Denasri Kulon, Denasri Wetan, Karangasem Utara, Klidang Lor, dan Kasepuhan,” katanya.
Ia menambahkan, panjang tanggul laut yang direncanakan mencapai sekitar 10 kilometer, namun angka tersebut masih akan disesuaikan dengan hasil kajian teknis di lapangan.
“Wilayah tersebut menjadi fokus utama karena terdampak cukup signifikan oleh banjir rob. Selain sebagai infrastruktur pengendali rob, tanggul laut tersebut juga dirancang memiliki fungsi tambahan sebagai jalur lingkar yang dapat mendukung konektivitas wilayah,” katanya.
Faiz berharap langkah penanganan rob tersebut dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan daerah.
“Penanganan banjir rob ini diharapkan tidak hanya mengurangi dampak genangan di wilayah pesisir, tetapi juga mendukung pengembangan wilayah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (Red)


















































