Rembang, Harianpantura.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menetapkan 11 desa sebagai sasaran program beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana”. Penetapan ini didasarkan pada data Dinas Sosial yang menunjukkan masih rendahnya jumlah lulusan sarjana di desa-desa tersebut.
Program ini bertujuan meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat desa sekaligus mendorong pemerataan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Rembang.
Calon penerima beasiswa diwajibkan memenuhi kriteria dan persyaratan yang diatur dalam Peraturan Bupati. Proses seleksi tetap dilakukan secara ketat agar bantuan tepat sasaran.
Pelaksana Harian (Plh) Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, menyampaikan adanya prioritas khusus bagi hafidz Al-Qur’an. Mereka akan langsung menerima beasiswa tanpa melalui proses seleksi.
“Ini saya harapkan sekali ada yang hamilul Quran. Hamilul Quran tidak usah dites, langsung kita beri. Jurusannya bebas, mau kuliah di mana saja monggo, nanti ada jalur khusus,” ujarnya.
Ia menegaskan, hafidz Al-Qur’an ditempatkan pada prioritas tertinggi dalam program tersebut. Kebijakan ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar generasi muda memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik dan nilai keagamaan.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga sejalan dengan program serupa yang telah diterapkan di tingkat provinsi.
“Pemprov saja bisa, masa kita enggak bisa. Sebenarnya kemarin juga ada hamilul Quran dari Pemprov. Pemprov juga ada, kita juga punya. Tapi kita pakainya ini. Ini saya bocorkan saja kalau hamil Quran kita ada di prioritas top, ada di paling atas,” pungkasnya. (Hms)


















































