BeritaRembang

Pemkab Rembang Siapkan Rp275 Juta Antisipasi Kekeringan

Avatar photo
×

Pemkab Rembang Siapkan Rp275 Juta Antisipasi Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim. (Istimewa)

Rembang, Harianpantura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menyiapkan anggaran dan dukungan lintas lembaga senilai sekitar Rp275 juta untuk mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026. Meski hingga kini belum ada desa yang mengajukan bantuan air bersih, langkah mitigasi telah disiapkan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi jika terjadi krisis air.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, mengatakan kondisi ketersediaan air bersih di wilayah Rembang masih aman. Namun, BPBD tetap memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan kekeringan saat puncak musim kemarau.

“Untuk sampai saat ini pengajuan dropping air bersih dari desa belum ada. Tetapi untuk persiapan menghadapi kekeringan, kami sudah bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Baznas, PMI, dan sejumlah perusahaan melalui program CSR,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

BPBD mengalokasikan anggaran sekitar Rp75 juta untuk distribusi air bersih. Sementara dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), dan sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) diperkirakan mencapai Rp200 juta.

“Kalau ditotal dengan dukungan dari berbagai pihak, anggaran yang sudah dikomunikasikan untuk penanganan kekeringan, khususnya dropping air bersih, mencapai sekitar Rp275 juta,” jelas Luthfi.

Selain menyiapkan anggaran, BPBD juga melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya dan kondisi sumber air yang tersedia di masing-masing daerah.

Berdasarkan catatan BPBD, sebanyak 64 desa di Kabupaten Rembang menerima bantuan dropping air bersih pada 2024 akibat kekeringan. Namun pada 2025 tidak ada permintaan bantuan air bersih dari masyarakat.

Meski situasi saat ini masih terkendali, BPBD memastikan kesiapan pasokan air dan armada distribusi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Sampai saat ini stok air di desa-desa masih mencukupi. Kalau ada permintaan dropping, pasokan air pun masih ready semuanya,” katanya.

BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sumber air di lapangan. Mengacu pada prakiraan cuaca dari BMKG, potensi kekeringan tahun ini diperkirakan tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya.

Ketersediaan air di waduk maupun sumber-sumber air lainnya dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

“Kalau melihat kondisi saat ini dan informasi dari BMKG, untuk kebutuhan air sampai akhir tahun insyaallah masih cukup,” pungkas Luthfi.

Meski ancaman kekeringan belum terlihat, Pemkab Rembang memilih memperkuat kesiapsiagaan lebih awal agar distribusi air bersih dapat dilakukan dengan cepat apabila kebutuhan masyarakat meningkat selama musim kemarau. (Hms,k

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *