BeritaPatiPemerintahan

Pemkab Pati Bahas Infrastruktur hingga Pengentasan Kemiskinan dalam Musrenbang 2027

Avatar photo
×

Pemkab Pati Bahas Infrastruktur hingga Pengentasan Kemiskinan dalam Musrenbang 2027

Sebarkan artikel ini
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (31/3/2026). (Redaksi)

Pati, Harianpantura.com – Pemerintah Kabupaten Pati memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (31/3/2026).

Forum perencanaan tahunan tersebut menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah kebijakan pembangunan yang lebih terukur, berbasis data, dan berorientasi pada hasil.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan Musrenbang kali ini memiliki makna tersendiri karena masih berada dalam suasana Idulfitri.

“Musrenbang kali ini kita selenggarakan masih dalam suasana Idulfitri. Semoga momentum ini dapat menguatkan komitmen kita bersama dalam menghasilkan RKPD yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, legislatif, pemangku kepentingan, serta perwakilan masyarakat yang turut menyampaikan gagasan dan masukan bagi pembangunan daerah.

Menurut Chandra, sinergi antar seluruh pihak menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi semua pihak agar pembangunan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya penanganan bencana, pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, serta peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.

Pemerintah daerah juga berharap berbagai usulan yang disampaikan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Kami berharap seluruh usulan yang masuk benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” tegasnya.

Di sisi lain, keterbatasan fiskal daerah juga menjadi perhatian serius dalam penyusunan rencana pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah didorong untuk lebih inovatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), antara lain melalui optimalisasi aset daerah serta penguatan kerja sama lintas sektor.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis target pembangunan dapat dicapai meski di tengah keterbatasan anggaran,” tandas Chandra.

Musrenbang ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan program pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan.

“Persatuan dan kerja bersama menjadi kunci utama agar seluruh rencana yang disusun dapat direalisasikan sesuai target dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *